Puasa, Cape Deh !!!

“ Nila, Bangun! Ayo Nila, kamu harus sahur! ” kata mama.
” Aduh… mama jangan bangunin Nila dong, Nila kan masih ngantuk ”.
” Lho kamu itu harus sahur, biar puasanya kuat sampai magrib! ” Kata mama.
” Nila kan masih kelas 3 SD, berarti Nila boleh nggak puasa ”.
” Iya sih boleh, tapi Nila harus belajar puasa sampai magrib. Tahun kemarin Nila udah bisa puasa ½ hari, sekarang harus bisa sampai magrib ” kata mama.
Akhirnya Nila bangun, lalu menuju ke meja makan. Di ruang makan, papa, kak Nika, kak Dilo sudah menunggunya. Di atas meja makan, ada nasi, sup kentang, ikan sarden, buah apel,dan susu sudah disediakan mama. Nila duduk, lalu ikut makan.
Disekolah, Nila masih ngantuk.
” Nila, main yuk” ajak Lisa, sang sahabat.
” ah, enggak ah, aku ngantuk ” kata Nila.
Di pelajaran terakhir, Nila ketiduran.
” Wha ha ha ha ”, Teman-temannya ketawa terbahak-bahak melihatnya.
” Nila, bangun, ini disekolah bukan di rumah ” kata ibu guru.
” Aduh, maaf bu, Nila ngantuk, jadi ketiduran ” kata Nila.
” Sudah tidak apa-apa, sekarang kamu cuci muka dulu sana! ” kata bu guru.
Nila lalu menuju ke kamar mandi untuk mencuci muka. Tetapi tiba-tiba Nila terpeleset jatuh kelantai ” BRUKK !!!!!! ”.
”Aduh…. sakit ” rintih Nila.
Nila terpeleset karena tidak memerhatikan kalau didepannya ada segenang air. Rok Nila basah terkena air. Pak Paimin, tukang bersih-bersih, yang melihat Nila jatuh tersungkur didepan kamar mandi, langsung membawa Nila ke UKS untuk diobati.
” terima kasih ya Pak Paimin, karena telah menolong Nila ke UKS” kata Nila.
” ah tidak apa-apa, itu sudah kewajiban saya menolong adik, manusia kan harus saling tolong- menolong ” kata Pak Paimin.
Setelah Nila sembuh, ia masuk ke kelas lagi, untung saja roknya yang basah sudah kering, kalau tidak ” CAPE DEH !!! ” kata Nila dalam hati.
” Nila kenapa kamu cuci mukanya lama sekali?, kamu ketiduran di kamar mandi ya? ” tanya bu guru.
” Maaf bu, tadi saya terpeleset di depan kamar mandi ” jawab Nila.
” Wha ha ha ha ha ” tawa teman-teman Nila. Nila menjadi malu.
” sudah, sudah, sudah, kasihan Nila dong ” bela bu guru.
” KRIIING !!!!!! ” terdengar bunyi tanda pulang sekolah.
Nila pulang naik sepeda. Karena masih ngantuk, Nila tidak melihat bahwa jalannya menggok ke kanan, ” GUBRAK !!!!!! ” Nila menabrak pagar rumah orang.
” Hey, siapa itu, berani-beraninya menghancurkan pagar rumahku! ” teriak pemilik rumah itu.
Nila kaget, lalu ia lari terbirit-birit sambil menggotong sepedanya yang peok itu. Sungguh sial nasib Nila, di sekolah ketiduran, mau cuci muka terpeleset, naik sepeda nabrak pager, terus dikejar-kejar sama pemilik rumah yang pagernya ia tabrak ” SUNGGUH TERLALU ! ”.
Sampai dirumah, Nila langsung menuju kamar lalu tidur. Nila tidur nyenyak sekali. Jam 3 sore Nila bangun. Lalu mandi sore. Setelah mandi, Nila bermain bersama Sita, Nona, Lala, Dito, dan Ahmad di lapangan sepak bola depan masjid. Mereka bermain petak umpet untuk ngabuburit menunggu azan magrib. Jam 6 kurang ¼ sore terdengar sirine tanda buka puasa disusul azan magrib.
” Yess!!!, azan magrib, waktunya buka puasa! ” kata Nona.
Mereka pulang ke rumah masing-masing.
Nila senang sekali karena buka puasanya pakai nasi, ayam Goreng, buah semangka, dan es blewah. Setelah kenyang, Nila pergi ke masjid untuk menjalankan solat magrib, lalu TPA.
Di TPA, Nila mengaji bersama teman-temannya. Setelah jam 7 kurang ¼ malam, Nila solat isya dan solat tarawih. Setelah itu TPA lagi.
Nila mendengarkan ceramah dari pak ustad tentang puasa. Puasa itu diwajibkan untuk orang-orang yang beriman kepada Allah SWT, jadi orang yang tidak puasa berarti orang yang tidak beriman kepada Allah SWT. Firman Allah yang berisi tentang puasa adalah surat Al-Baqoroh ayat 183, pak ustad berkata ” Bismillah Hirohman Nirohim, Yaa ayyuhal ladzi na amanu kutiba allaikumus siyamu kama kutiba alalladzina mina koblikumla allakumtat takum ’’.
Setelah mendengar bunyi ayat tersebut, hati Nila terasa sejuk. Ia merasa bahwa dirinya mempunyai kekuatan untuk menjalankan puasa sebulan penuh. Sesampainya di rumah, Nila langsung menuju ke kamarnya. Ia lalu menulis kejadian-kajadian hari itu di buku hariannya. Serta mencatat kalimat suci yang barusan didengarnya dari pak ustad.
Berhari hari berlalu, Nila dapat menjalankan ibadah puasanya sebulan penuh. Saat lebaran tiba, Nila beserta keluarganya solat Ied. Lalu bersilaturahmi ketetangga dan sanak saudara mereka. Nila mendapat hadiah lebaran, yaitu: baju baru, parsel khusus untuknya, uang lebaran, dan lain lain. Nila senang karena ia mendapat banyak sekali berkah saat bulan Romadhon. Ia lalu membuka buku hariannya yang sudah penuh dan mencari ayat suci yang bercerita tentang puasa, lalu membacanya berulang-ulang sampai ia hafal.
Karena Nila dapat puasa sebulan penuh, ia mendapat hadiah bingkisan lebaran dari orang tuanya. Nila benar-benar senang ketika ia dikirimi surat oleh sahabat lamanya, Monika, yang berisi ucapan selamat lebaran.
Akhirnya Nila dapat mengsukseskan pengalamannya dibulan suci romadhon ini, dan mendapat pelajaran yang sangat banyak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s