Pantai Ngrenehan, yang Mblusuk-Mblusuk..

Kemaren, sehabis lebaran, aku dan sepupu-sepupuku liburan di pantai Ngrenehan. Pantai ini terletak di desa Kanigoro kecamatan Saptosari, Gunung Kidul, Yk. Dari kota Jogja, bisa ditempuh selama satu jam (tapi kalo jalan macet kaya pas lebaran gini bisa nambah setengah jam). Tempatnya yang mblusuk-mblusuk menjadikan tempat ini kurang dapat perhatian dari masyarakat jogja dan sekitarnya (ya nggak juga sih).

Sesampainya di pantai ini, pengunjung dapat melihat hamparan manusia yang sedang ramainya belanja ikan, yang karena pantai ngrenehan emang tempatnya njual ikan hasil tangkapan nelayan. Di pinggir pantai saja, banyak kapal nelayan yang sedang bersandar. Rencananya, kami kesini cuma mau beli ikan buat makan siang, main airnya di pantai ngobaran. Tapi karena yang anak-anak udah pada nyebur di laut (termasuk aku), kepaksa main airnya di pantai ngrenehan aja.

pada main air di pantai

pada main air di pantai

Aku lihat, pasir dan air pantainya kok kotor.. banyak sampahnya. Padahal inikan tempat wisata, harusnya dijaga dan harus terlihat bersih plus rapi, biar banyak pengunjung yang datang. Kalo kotor, nanti mencemarkan nama baik kota Jogja tercinta. Setelah memilih tempat yang nggak banyak sampahnya, kami menggelar tikar, dan langsung nyebur ke laut.. yihi….!!

Karena pantai ngrenehan terletak di teluk, ombaknya nggak terlalu gedhe. Jadi kami boleh main air agak ke tengah. Tapi tetep harus hati-hati. Eh, sebenernya, di pantai ngrenehan ini ada papan yang tulisannya melarang para pengunjung nyebur di laut, karena berbahaya. Kok malah padha nyebur ke laut ya?? Tapi, di indonesia yang namanya peraturan itukan dibuat emang untuk dilanggar. Hehe..

Saat main air di laut, aku dan sepupuku membuat istana pasir. Karena cuma mbawa dua ember mainan, nggak mbawa cetakan pasir yang sepupuku punya, jadi kami mbuwat istana pasirnya asal aja. Tapi, kami jadi artis.. kami diliatin orang, atau lebih tepatnya istana pasir kami yang diliatin orang. Ndeso banget sih ni orang, liat istana pasir aja nggumun..

istana pasir yang aneh...

Setelah istana pasirnya  jadi, kami nyebur ke laut lagi. Sambil ciprat-cipratan air, kami main bola. Bolanya dilempar ke laut, lalu sapa yang bisa nangkep, nanti gentian yang ngelempar ke laut. Walopun sederhana, kalo dilaku’in bareng-bareng kan jadi rame.

main bola di laut

Melewatkan liburan tanpa berfoto ria nggak enak, jadi ayahku sang fotografer keluarga mulai beraksi (halah). Keluargaku narsis semua. Jadi nggak ada yang nggak kebagian difoto. Setelah gaya sana gaya sini, jepret sana jepret sini, kami menyudahi acara kami karena cuaca berubah mendung. Ujan deh..

Sebelum makan siang, kami yang nyebur kelaut mandi dulu. Tempat mandi yang ada cuma dikit. Jadi kami harus antre. Antrenya nggak lama, soalnya pengunjung yang datang nggak terlalu banyak. Air yang ada di kamar mandi bukan air asin lho. Air biasa.

Selesai  mandi, kami makan siang. Lauknya tentu saja ikan. Ikannya kami beli di sini. Edan.. harganya mahal banget… si ikan bawal (laut) 30.000 per kilo, ikan tongkol  25.000 per kilo, rajungan 70.000 per kilo, dan si udang ini,, 100.000 per kilo! Tapi karena harganya yang paling murah segini, yaudah deh, kami beli. Ini ikannya dimasak di warung. Di pantai ngrenehan banyak warung makan yang menyediakan jasa memasak ikan.  Jadi nggak perlu cemas.

makanan yang menguras kantong (ya nggak juga ding)

Kenyang kenyang kenyang.. saatnya pulang.. jam dua siang, kami pulang. Di perjalanan, aku liat ada yang jual belalang goreng. Aku mau.. tapi nggak boleh. Yaudah.. Sampe di rumah sepupu yang berada di Kalasan, sekitar jam tiga. Setelah menurunkan sepupu dan barangnya, aku pulang ke rumah.

Puas liburan? Puas dong.. kapan-kapan liburan lagi yok.. ayok..

4 thoughts on “Pantai Ngrenehan, yang Mblusuk-Mblusuk..

  1. Boni berkata:

    weheee… jadi pengen kesana lagi…
    Aku pernah kesana… duluuuuuu banget, jaman masih kuliah…
    Jaman dulu sih masih bener-bener sepi, belom dikelola jadi tempat wisata kaya sekarang…

    Sama seperti pantai Baron, Krakal, Sundak, & Ngobaran, Ngrenehan juga udah jadi salah satu tujuan wisata pantai di daerah Gunung Kidul loh, Nin… Cuma belom setenar Parangtritis sih… Mungkin tempatnya yang ngga mudah dijangkau (mudah atau tidaknya, relatif sih), trus, tempatnya yang jauh dan mblusuk-mblusuk…. Aku aja pengen kesana tapi maju-mundur… Belom-belom udah kepikir gimana kalo ban motor tau-tau bocor… belom lagi tempatnya yang sepi karena harus mblusuk-mblusuk itu tadi.. Hehehehe…

    Kalau mau motor-motoran kesana berarti harus bawa personil yang banyak… jadi kalo ada apa-apa, ato nyasar misalnya… ngga usah khawatir karena nyasarnya berjama’ah. Hihihihi

  2. Iqmal berkata:

    eh.. jadi inget.. dlu mb.boni ke ngobaran tahun brapa? wkt ninna kecil pernah pas maen kesana ketemu rombongannya de’ ayu dkk lo.. sapa tau pas itu ada mb. Boni ya…cm dlu masih sepi skarang si kyaknya dah lbih rame

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s