Aku jadi Korban Merapi

Abu merapi setebal dua centi, ckckck.....

Tiap hari aku bertugas menyapu halaman rumah dari sampah terutama dari dedaunan pohon mangga dan apokat yang berguguran. Saat gunung merapi meletus dan mengeluarkan awan panas, ternyata juga menghasilkan hujan abu yang sampai ke daerah tempat tinggalku. Debu abu yang berjatuhan ikut mengotori halaman dan ini menyulitkan saat harus menyapu sampah.

Memang sih saat gunung merapi meletus, aku ikut mengungsi ke rumah eyang di Purbalingga jadi aman. Tetapi setelah kembali ke Yogya, maka harus membantu ibu untuk menyapu halaman ini. Dengan adanya abu merapi maka jadi banyak debu yang ikut beterbangan. Setelah beberapa kali turun hujan maka debu-debu ini terbawa air hujan, tetapi sebagian mengendap di beberapa bagian halaman yang cekung.

Endapan lumpur dari abu merapi ini ternyata cukup licin. Buktinya waktu aku berjalan kurang hati-hati dan menginjak endapan lumpur ini, aku pun jatuh terpeleset. Wah lumayan bikin sakit juga. Siku tangan kananku jadi lecet-lecet meninggalkan luka gores di beberapa tempat. Jadi ini sudah termasuk kategori korban gunung merapi nih…

Memang sih masih untung, karena cuma kena efek Lumpur licin saja, bukan kena awan panas dari wedus gembelnya gunung Merapi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s