Bakso Kurban Asli Kanoman

Idul Adha kemaren, keluargaku ikut kurban di perumahan Kanoman. Keluargaku berkurban bertujuh dengan tetangga untuk kurban seekor sapi. Penyembelihan kurban dilaksanakan di masjid Al-Asel hari Rabu.

Setelah penyembelihan hewan selesai, daging kurban dibagi-bagikan kepada yang berhak. Sebagia sohibul kurban, keluargaku juga mendapatkan bagian daging. Oleh ibu, daging itu sebagian dimasak rendang dan rawon. Tapi, masih ada daging yang belum dimasak. Daripada bingung, daging ini kemudian dibuat bakso aja.

Daging kurban buat digiling jadi adonan bakso.

Aku disuruh ibu mbawa daging ini ke tempat penggilingan daging, tempatnya dekat shopping centre di belakang pasar Beringharjo. Aku ke sana sama tetanggaku yang juga mau membuat bakso. Dengan dibekali uang 25.000 rupiah, aku naik motor dengan tetanggaku. Sampai sana, ternyata sudah banyak orang yang antri. Kira-kira panjangnya sampe 50 meteranlah. Dengan terpaksa, aku antri deh…

Setengah jam menunggu, akhirnya tiba giliranku menyerahkan daging. Eh nasib.. nasib. Ternyata di dalam tokonya ada sepuluh kresek isi daging dijejer di atas meja, antri mau digiling! Ya ampun… masih harus antri lagi rupanya ya. Kresekku ditaruh di belakang sendiri deh. dan aku dikasih kertas nomer urut daging, 125. Antriannya pakai nomor kayak orang antre di bank nih.Sejam lewat, pak penggilingnya mengangkat kertas tulisannya “125”. Itu nomer urutku. Hore!! Dengan hati gembira, aku ambil tuh daging. Udah digiling tentunya, dengan bumbu baksonya juga dong. Punya tetanggaku juga udah, kan barengan digilingnya. Kita pulang..!!

Sampai rumah, ibu dah siap-siap membuat bakso ternyata. Ibu menyiapkan air panas di panci untuk memasak bulatan daging bakso. Langsung saja ni daging giling diproses sama ibu menjadi adonan bakso. Bapak yang tugasnya mbulet-mbuletin. Ada juga bakso yang dalamnya diisi daging cincang. Setelah selesai dibuletin, si bakso langsung dicemplungin ke air mendidih sampai matang. Tanda bakso yang telah matang adalah baksonya bisa berenang, eh… mengapung di permukaan. Bakso yang matang diambil dan ditiriskan.

Membuat bulatan bakso dari adonan.

Memasak bulatan bakso agar matang.

Ibu juga membuat kuah bakso dengan bumbu bawang putih. Tidak lupa ke dalamnya diisikan tulang iga dan buntut sapi supaya kuahnya jadi enak. Sebagai pelengkap disiapkan juga mie telor, kecap dan sambal dari cabe rawit.

Akhirnya malam itu kami pun malam itu puas makan bakso asli Made In Kanoman.

4 thoughts on “Bakso Kurban Asli Kanoman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s