Nasib Boks Telepon Di Depan Sekolahku

Telepon umum merupakan fasilitas umum yang disediakan pihak penyelenggara telekomunikasi pemerintah untuk kepentingan komunikasi bagi banyak pihak. Hal ini tentunya diadakan guna memberikan kesempatan bagi orang-orang untuk menggunakan jasa telepon secara mudah dan bebas untuk kepentingan mereka. Jadi apabila orang ingin menghubungi seseorang dengan menggunakan telepon maka telepon umum ini dapat dipilih sebagai alternatifnya.

Pada saat orang belum banyak memiliki fasilitas telepon pribadi maka fasilitas telepon umum ini menjadi penting dan sangat bermanfaat. Seiring dengan itu pertumbuhan wartel pun meningkat untuk melayani jasa telepon secara lebih nyaman. Namun dengan pertambahan kemajuan teknologi maka berkembang produk handphone dengan kecanggihan dan harga yang semakin terjangkau. Hal ini menyebabkan banyak orang dapat memilikinya, termasuk kalangan anak muda dan pelajar seperti aku ini.

Di depan sekolahanku yakni di SMP 11 Yogyakarta, terdapat satu boks telepon umum. Boks ini persis didirikan di samping pintu gerbang sekolahan. Telepon itu menggunakan boks yang dibuat berwarna biru untuk menaungi pengguna dari panas dan hujan saat hujan itu. Boks itu memang dibuat dengan rancangan untuk memberikan kesempatan bagi pengguna agar terhindar dari kebisingan sekitar. Walaupun terkesan sederhana tetapi hal ini cukup bermanfaat bagi pengguna sehingga dapat memakai fasilitas telepon itu dengan lebih nyaman.

Boks telepon di depan SMP 11 Yogya yang merana.

Boks telepon di depan SMP 11 Yogya yang merana.

Boks telepon di depan sekolahanku itu sekarang terlihat lusuh. Warna biru yang seharusnya terlihat cerah saat ini terlihat banyak coretan tangan baik dari spidol, cat ataupun goresan benda lain. Banyak pihak yang tidak bertanggung jawab melakukan aksi coret jahil ini.

Selain itu posisi tegakan boks telepon ini sekarang tampak rendah karena tanah di sekitar itu tertimbun. Kalau untuk orang dewasa jadinya perlu membungkuk sedikit. Kalau bagi pelajar sekolahan sih malah pas jadinya.

Dari sisi fungsi, telepon umum ini sudah tidak lagi dapat digunakan. Sepertinya pihak telekom sudah tidak lagi memelihara fasilitas mereka ini. Hal ini karena memang sudah lama telepon umum itu tidak berfungsi. Seharusnya kalau gagang telepon diangkat maka pada display akan menyala, kemudian pengguna tinggal memasukkan uang koin seperlunya. Kondisi sekarang kalau gagang diangkat ya tetap diam saja, tidak ada bunyi, tidak ada nyala display.

Saya sendiri sejak bersekolah di sini juga belum pernah pakai fasilitas itu. Kadang bawa hape sendiri, kadang pinjam punya teman, kalau mau menghubungi ibu atau bapak untuk menjemput. Bawa hape yang sering tidak ada pulsanya maka sama saja tidak bisa digunakan. Akhirnya pinjam hape teman untuk kirim sms minta jemput. Gratis ? Ya tidak lah. Bayar seratus rupiah. Sebenarnya jumlah uang yang sama juga dapat digunakan untuk menggunakan telepon umum itu. Tapi kan telepon umumnya rusak. Mungkin telekom rugi ya kalau masih mengurusi bisnis recehan ini.

2 thoughts on “Nasib Boks Telepon Di Depan Sekolahku

  1. dony arisandy berkata:

    Sebenarnya telepon umum semacam ini jadi bentuk pengabdian Telkom buat masyarakat, tapi karena masyarakatnya juga tidak menggunakannya, ya akhirnya terbengkalai gitu😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s