Berburu Brosur di Pameran Komputer

Waktu Bapak pulang kemarin, kami diajak melihat pameran komputer di gedung Jogja Expo Center (JEC). Gedung ini terletak di daerah Janti. Kami beramai-ramai datang dan melihat pameran komputer yang di iklan surat kabar disebut sebagai pameran komputer terbesar di Jogja tahun 2011.

Waktu itu sebenarnya kami cuma mengantarkan tamu bapak akan membeli sebuah laptop. Tapi sekalian karena jarang pergi bersama jadi untuk berkumpul bersama.

Di JEC, memang sudah banyak sekali orang hadir di sana. Saat kami datang pukul 12 siang, terlihat sudah ramai sekali. Parkir kendaraan pun menjadi susah dan harus mendapat tempat yang agak jauh. Untuk dapat masuk ke dalam gedung, pengunjung dikenakan biaya masuk sebesar tiga ribu rupiah per orang.

Pameran ini memang banyak diikuti oleh produsen komputer dan supplier barang. Beberapa toko komputer memasang stand di sini. Berbagai merek komputer terkenal dipasang di beberapa stand untuk memancing pengunjung datang ke sana.

Suasana pameran komputer JEC.

Suasana pameran komputer JEC.

Berbagai barang yang dijual antara lain adalah komputer dekstop, laptop, kamera, kamera video, speaker dan lain-lain. Tetapi yang paling banyak dijual di sini adalah laptop. Di bagian belakang juga banyak stand yang menjual asesoris komputer seperti flash disk, modem, earphone dan lain-lain. Mulai dari netbook yang berukuran kecil sampai laptop biasa yang berukuran monitor standar, cukup banyak dijual di sini. Dari berbagai merek, jenis, warna, fasilitas di dalamnya, memberikan variasi produk yang cukup banyak.

Memang ada juga beberapa produk laptop yang sama dan dijual di beberapa stand. Hal seperti ini mengundang pembeli untuk membandingkan dulu harga di masing-masing stand dan kemudian memilih harga yang termurah.

Pengecekan harga dapat dilakukan dengan menggunakan brosur yang tersedia atau menanyakan harga pada penjaga stand itu. Di setiap stand memang hampir selalu ada brosur yang dibagikan kepada pengunjung. Jadi siapa saja yang datang ke sana, melihat satu stand, dapat mudah mengambil brosur itu. Ibaratnya pengunjung datang seolah-olah sebagai pemburu brosur untuk dapat memperoleh brosur sebanyak-banyaknya.

Brosur ini memang memudahkan pembeli untuk melihat detail produk yang dijual, sekaligus juga harga yang diberikan. Di sana bisa tampak seorang pengunjung membawa banyak brosur berlembar-lembar. Termasuk saya juga, walaupun ke sini tidak untuk membeli. Sebenarnya ingin juga sih punya laptop sendiri.

Kemeriahan di dalam ruang pameran.

Kemeriahan di dalam ruang pameran.

Satu jenis produk yang dipamerkan.

Satu jenis produk yang dipamerkan.

Setiap orang mesti pegang brosur.

Setiap orang mesti pegang brosur.

Brosur ini memang berguna, tapi kalau sudah terkumpul banyak tentunya tidak diperlukan lagi. Terlebih setelah komputer selesai atau pengunjung pergi dari tempat pameran itu. Sekarang brosur itu nasibnya tentu berubah. Brosur-brosur ini akan berubah menjadi sampah yang akan dibuang begitu saja.

Memang brosur yang  berupa hasil cetakan atau fotokopi itu diperlukan pengunjung, tetapi setelah itu ya sudah  tidak berguna lagi. Banyak kertas yang digunakan untuk keperluan membuat brosur ini, tetapi manfaatnya hanya sebentar saja.

Harusnya ada cara lain yang lebih efektif ya ? Paling tidak kan nantinya dapat menghemat kertas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s