Kompleks Candi Ijo

Sepaket dengan kompleks candi Ratu Boko dan kompleks candi Banyunibo, kompleks candi Ijo ini berada di desa Groyokan, kelurahan Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Situs candi Ijo berada pada ketinggian 375 dpl, merupakan kompleks candi tertinggi di Jawa.

kompleks candi ijo

berfoto di depan kompleks candi ijo

Kompleks candi ini bentuknya berteras-teras. Teras bagian depan berada pada bagian depan kaki bukit. Sedang bagian belakang kompleks candi berada di puncak bukit. Jika biasanya kompleks candi di Jawa Tengah dan Yogyakarta candi utamanya berada di tengah dikelilingi oleh candi perwara, kompleks candi Ijo ini candi utamanya berada di bagian belakang, candi perwara berada di depannya. Konsep penataan ini lebih mirip kompleks candi yang berada di Jawa Timur.

kompleks candi ijo yang berteras

Penamaan candi “Ijo” ini berasal dari prasasti Poh yang berasal dari tahun 960 masehi.

Jika candi pada umumnya terletak pada daerah subur, candi Ijo berada di daerah yang gersang dan jauh dari mata air. Pada kitab-kitab India kuno disebutkan bahwa pembangunan candi haruslah berada di daerah yang subur karena candi merupakan tempat tinggal utama dewa dan manusia. Namun sepertinya candi Ijo tidak menuruti saran ini. Ini malah membuat candi Ijo ini unik dan menarik.

Kompleks candi Ijo ini terdiri dari beberapa candi, yang dibagi atas candi beratap dan candi tidak beratap. Kompleks candi ini juga dibagi menjadi beberapa gugusan berdasakan letaknya berada di teras mana. Candi utama berada pada teras teratas.

Pertama kali ditemukan pada tahun 1886, banyak ditemukan arca-arca yang berkaitan dengan candi Ijo. Selain arca, ditemukan juga batu bertulis, lembaran emas bertulis, cincin emas, batu bulia, dan barang-barang dalam kehidupan sehari-hari, seperti gerabah. Disekitar kompleks juga ditemukan situs-situs dari masa Hindu-Budha.

Candi Utama

candi utama kompleks candi ijo

Candi utama lebih besar dari candi utama kompleks candi Banyunibo. Candi utama di dampingin oleh 3 candi perwira yang berada di depannya. Candi utama memiliki beberapa relief yang berada di sepanjang dinding luar. Pintu masuk candi berupa tangga, sedang ambang pintu masuk candinya dihiasi oleh makara yang serupa dengan makara candi utama Banyunibo. Candi utama Ijo memiliki satu ruangan namun tidak memiliki jendela.

Candi utama ini berada di belakang candi perwaranya. Terdapat tiga candi perwara  yang di salah satu candi perwara ini, ditemukan arca sapi yang sama dengan arca di kompleks candi Banyunibo.

arca sapi/nandi

Walaupun kompleks candi Ijo ini belum sepenuhnya dipugar, namun tidak menutupi kemungkinan bahwa kompleks candi ini bis menjadi daya tarik wisata. Di sekitar kompleks candi Ijo ini terdapat banyak tambang batu alam yang juga bisa dijadikan wisata batu alam, termasuk sebuah bukit yang dikeruk batu kapurnya.

bukit kapur yang di keruk

Sayangnya, jalan menuju kompleks candi Ijo sangat rusak, dikarenakan banyaknya truk-truk pengangkut batu alam. Jika pemerintah lebih memperhatikan kompleks candi Ijo ini, mungkin saja kapan-kapan kompleks candi Ijo akan sama besar dan terkenalnya dengan kompleks candi Prambanan.

jalan menuju kompleks candi ijo yang "nggronjal-nggronjal"

2 thoughts on “Kompleks Candi Ijo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s