Diary Ruben – Bisa Naik Gak Bisa Turun

Ruben seperti biasanya punya hobby keluyuran dan tidak bisa antheng di rumah. Jadi kalau di rumah itu kalau pas lagi lapar saja atau pengin tidur. Terus habis itu maunya jalan lagi di sekitar rumah kami. Kalau Ruben pergi keluar rumah itu ya tidak mesti, kadang pagi, kadang siang, kadang sore atau malam. Iya lah wong namanya kucing kan gak punya jadwal kegiatan.

Nah kalau Ruben keluar waktu malam hari ini yang unik. Kami semua tidak mau membukakan pintu depan. Lama-lama Ruben punya cara sendiri yaitu keluar lewat belakang. Ruben bisa naik ke atap lewat dahan pohon srikaya yang ada di belakang rumah. Dari situ tinggal lompat sedikit sudah bisa sampai atap rumah.

Tapi yang parah adalah kalau mau pulang kembali, Ruben gak bisa turun. Kalau dari atap mau lompat ke batang pohon lagi tidak mau. Soalnya di situ kan banyak menempel tanaman anggrek. Takut jatuh mungkin (atau takut dimarahi ibu ya, kalau anggreknya padha rusak kali).

Ruben di atap gak bisa turun.

Ruben di atap gak bisa turun.

Ruben menunggu diturunin

Ruben menunggu diturunin

Jadi kalau sudah kayak gini, biasanya Ruben tinggal memanggil-manggi saja dari atap rumah. “mbak Ninna…. Mbak Ninna….” Eh keliru ding “Meong…. Meong….” Pokoknya kalau mau turun, Ruben memanggil-manggil minta diturunkan. Suaranya bakalan manja sekali. Akhirnya ya habis itu salah satu dari kita akan keluar menurunkannya dari atap.

Manja banget pokoknya….

One thought on “Diary Ruben – Bisa Naik Gak Bisa Turun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s