Diary Ruben – Sang Pemburu

Di blog adikku pernah dituliskan soal Ruben kucingku ini yang jago berburu tikus, tetapi tidak suka tikus (baca di sini). Sebenarnya Ruben sih memang suka makan tikus juga tapi oleh ibu diakali supaya tidak makan tikus yang telah ditangkapnya. Tapi memang kalau soal menangkap tikus ini Ruben memang jagonya (Baca tulisanku sebelumnya).

Di rumah memang kadang ada tikus karena rumah kami kecil dan ada barang dimana-mana. Bahkan kadang ada yang sampai beranak segala. Tikus ini kadang dipasangi perangkap tetapi yang kena hanya yang berukuran besar-besar saja. Kalau pakai yang penjepit bisa enak karena tikus langsung mati, tetapi kalau yang memakai perangkap sangkar kotak besi itu kalau sudah tertangkap tinggal kami bingung cara mematikannya. Paling habis itu tikus direndam sekalian sama kotaknya itu sampai mati.

Setelah ada Ruben persoalan ini jadi mudah teratasi. Siapa lagi yang bertugas untuk mengusir tikus ini kalau bukan Ruben ini. Ruben cukup pandai menunggu korban tikus yang berkeliaran di dalam rumah. Lokasi yang paling baik untuk berburu adalah di dapur. Ruben biasanya akan duduk atau tiduran sambil menunggu. Kadang matanya terpejam kayaknya biar tikusnya merasa lengah. Tapi jangan salah sangka dulu, begitu tikus keluar sedikit, Ruben langsung beraksi. Sekali kejar dan lompat, mesti tikus tertangkap dalam cakar dan gigitannya. Tikus yang sudah tergigit akan mati dalam beberapa saat. Setelah itu akan dibawa keluar untuk dimakan.

Ruben menangkap tikus.

Ruben menangkap tikus.

Tikus sigap ditangkap dan digigit ruben.

Tikus sigap ditangkap dan digigit ruben.

Oleh Ibu, ruben tidak diperbolehkan makan tikus. Jadi kalau ketahuan habis menangkap tikus dan sudah terlihat tikusnya mati, biasanya terus disuruh dilepas. Caranya ruben diberi makanan kucing yang berupa kue kering. Sepertinya Ruben sudah kayak Doraemon, kalau dapat biskuit apapun mau dibagikan. Tikus yang sudah siap makan ini pun rela diganti dengan makanan itu. Jadi tikus mati ini pun dapat dibuang.

Ruben memang jagoan pemburu tikus di rumah. Pernah juga sekali berburu dapat dua ekor tikus. Mungkin tikusnya mau melawan mengeroyok dia, tahunya malah tertangkap keduanya. Hehe….

Nih malah dapat dua ekor....

Nih malah dapat dua ekor....

Nih dapat satu lagi....

Nih dapat satu lagi....

Ada juga sih yang Ruben payah berburu. Ruben ini tidak mau memburu dan menangkap tikus celurut. Ini tikus kecil yang moncongnya lancip. Tikus ini memang berbau tidak enak. Jadi ruben pilih-pilih tikus yang wangi saja, eh… yang tidak berbau ding. Jadi kalau untuk menangkap tikus ini harus pakai perangkap saja.

Ruben juga malas berburu tikus Wirok. Tikus ini tikus yang berukuran besar sekali kayak marmut dan bulunya hitam. Tikus ini larinya sangat cepat. Mungkin Ruben bukan jenis pelari sprinter ya, jadi kalau suruh balapan lari sama tikus ini merasa minder dulu. Jadinya ruben belum pernah menangkap tikus jenis ini.

Pokoknya biar bagaimanapun Ruben tetap boleh disebut sang pemburu tikus. Paling enggak lebih jagoan daripada aku yang kalau lihat tikus pun mending lari saja dulu, hehe…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s