Buah Ciplukan yang Berkhasiat

Waktu pulang sekolah dijemput sama bapak, terus mampir warung bakso kecil dekat sekolahan. Di bawah meja ternyata ada kardus yang menarik perhatian. Isinya berupa obyek yang jarang-jarang aku lihat.

Apa itu ? Ini nih…..

Rentengan buah ciplukan untuk dijual sebagai obat.

Rentengan buah ciplukan untuk dijual sebagai obat.

Ternyata itu adalah buah ciplukan. Rentengan buah ini berbeda dari yang biasa aku lihat. Biasanya aku lihat buah ciplukan ini berupa bulatan kecil yang terbungkus dalam kelopak berbentuk balon. Balon yang membungkus buah ini kalau masih muda berwarna hijau dan nanti kalau sudah tua berubah menjadi kekuningan sampai mengering layu. Buah di dalamnya juga berubah, berwarna hijau dan keras saat masih muda, yang akhirnya berubah putih kekuningan dan lunak saat sudah tua.

Buah ciplukan sudah masak dan bisa dimakan kalau kelopak pembungkus buahnya tadi sudah tidak hijau lagi atau di ujungnya pecah tidak menyatu lagi. Rasanya enak juga, manis dan sedikit asam. Jadi pilih buah yang sudah tua.
Kalau yang aku lihat di warung bakso itu ternyata adalah buah ciplukan yang mau dijual di pasar Gampingan, Wirobrajan. Buah ini ternyata berkhasiat untuk obat. Informasi tentang khasiat buah ciplukan ini ada di internet (di sini dan di sini). Melihat jumlahnya yang banyak segitu berarti memang banyak pembeli buah ciplukan itu. Wah jangan-jangan bisa dikebunkan nih….

Kata bapakku sih tanaman ini banyak tumbuh di sawah. Jadi kalau habis panenan waktu tanah sawah mulai mengering biasanya di pematang atau di bagian sela-sela tanaman sering tumbuh tanaman ciplukan ini.

Ini lho tanaman ciplukan itu.

Ini lho tanaman ciplukan itu.


Ini bunga dan buah ciplukan yang masih muda.

Ini bunga dan buah ciplukan yang masih muda.


Ini yang sudah agak matang.

Ini yang sudah agak matang.


Ini yang sudah dikupas dan diikat jadi satu.

Ini yang sudah dikupas dan diikat jadi satu.

Di halaman rumahku pernah beberapa kali tumbuh tanaman ciplukan ini. Pernah tumbuh di halaman tapi juga pernah tumbuh di pot. Mungkin bisa tumbuh karena ada biji yang terbawa burung. Soalnya di rumah kan ada pohon besar jadi sering ada burung yang hinggap di sana. Tanaman ini kecil saja, tidak setinggi pohon cabe rawit di sebelahnya. Tingginya tidak sampai setengah meter. Buahnya cukup banyak juga, pernah aku makan juga buah yang sudah matang.

Rasanya beda kalau aku makan buah ciplukan yang aku ambil di warung bakso itu dengan yang aku makan langsung petik dari pohonnya. Hehe… soalnya yang makan di warung bakso itu aku metik saja punya orang. Tidak bilang sih. Tapi kan cuma satu lho….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s