Curug Pulosari Krebet, yang “Melebihi Tawangmangu”

haha..

ceritanya, bapak lagi buka buka internet, terus menemukan website yang menampilkan gambar sebuah air terjun. ternyata, air terjun ini ada di bantul, dan belum banyak yang tahu. eh, pagi tadi, tiba-tiba bapak ngajakin kesana (sebelumnya, kemarin pas aku pulang sekolah, bapak udah ngajakin, tapi adek les..).

perjalanan dari jogja ke sana sekitar setengah jam sampai sejam. mungkin agak lama lagi karena jalannya yang susah dicari. setelah mubeng-mubeng nggak karuan, ketemulah kita dengan perempatan yang ada patung petruknya. kita itu seharusnya lurus aja, tapi kita malah belok ke kiri. jadilah kita harus muter -_-

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

dari jalan besar menuju ke air terjun ternyata jalannya kecil banget. cuma muat buat 1 mobil. itupun sebenarnya bukan jalan untuk mobil.  di tengah perjalanan kita sempat menanyakan ke bapak-bapak yang lewat situ untuk memastikan apakah jalannya benar. eh bapaknya malah bicara panjang lebar mempromosikan air terjun ini.

“iya, grojogannya tinggal ngikutin jalan ini aja, di pertigaan situ belok kiri, terus lurus aja.  nanti ketemu sama papan penunjuk jalan ke air terjunnya, ikutin aja. kalau pakai mobil cuma bisa sampai parkiran atas, terus jalan kaki turun sekitar 500 meter.”

“grojogan pulosari niku uapik sanget pak, ngluwihi tawangmangu. saniki saweg ngantosi kucuran dana saking pemda, mangke tinggal dilereske.”

super sekali promosi bapak ini. bapaknya bakalan cocok jadi presenter acara jalan-jalan “Mblusuk – mblusuk” -_-

DSCN5067

setelah parkir di lapangan (tidak cocok juga sih disebut lapangan. itu cuma tanah kosong yang berbukit-bukit dan ditengahnya ada sepetak tanaman jagung), kita turun lewat jalan setapak berbatu yang agak licin karena gerimis. nanti akan ketemu parkiran motor, kalau tidak salah parkirnya bayar 1000 rupiah. ditengah perjalanan kita harus menyeberang sungai kecil. sungainya asik banget tau, nggak dalem dan banyak batunya. jadi buat menyeberang tinggal loncat-loncat aja. airnya agak putih, karena disitu kan daerah kapur. sungai ini yang nantinya akan menjadi air terjun pulosari. selanjutnya kita tinggal jalan menyusuri sungai ini saja.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

DSCN5048

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

ternyata sedang dilakukan kerja bakti di area air terjun ini. kerja bakti dilakukan oleh penduduk sekitar air terjun. mereka sedang memasang umbul-umbul dan mencabuti rumput. mereka juga sedang membuat jalan dan tangga ke air terjun agar pengunjung lebih mudah menjangkau.

dan ternyata, air terjunnya benar-benar berbeda  dari bayanganku. oke, bagi bapaknya air terjun ini lebih “wow” dari tawangmangu, tapi setidaknya, pliss deh, jangan membuat asumsi berlebihan jika kenyataannya biasa saja. air terjun pulosari ini memang bagus, dan memang perlu pengembangan labih lanjut. untuk wisata kelas “mblusuk-mblusuk”, air terjunnya sudah bagus sekali. jarang juga di jogja ada yang seperti ini. bentuknya unik seperti tirai, sayangnya air yang menggerojok cuma sedikit. kalau difoto hanya bagus jika memakai editan, karena terlihat airnya banyak.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

yang cocok untuk bermain di sini pun hanya anak kecil, karena mereka bisa bermain air dan kolam di bawah air terjunnya tidak dalam. untuk orang dewasa, mungkin akan susah untuk bermain air karena tidak ada tempat untuk mandi dan ganti. Usul : selanjutnya mungkin bisa dibangun tempat ganti. karena sudah mulai dijadikan tempat wisata, bisa dibangun tempat makan, kecil-kecilan saja. di sekitar situ kan ada banyak pohon kelapa muda, buahnya bisa dijual.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

menurutku memang perlu diadakan pengembangan lebih lanjut. potensi air terjun ini juga lumayan besar karena di dekatnya ada air terjun lain (air terjun banyunibo) dan ada desa wisata krebet yang menyuguhkan sanggar-sanggar kerajinan kayu. kalau dijadikan tur kan bagus. pengunjung bisa belajar mengukir kayu sekalian bermain air di air terjun. tinggal menunggu langkah selanjutnya dari pemda, mau diteruskan apa tidak. mungkin kalau diteruskan, dananya akan tersendat karena nyangkut di tengah-tengah, hehe.

3 thoughts on “Curug Pulosari Krebet, yang “Melebihi Tawangmangu”

  1. mawi wijna berkata:

    weee… jadi rame banget yooh >.<

    padahal dulu pas ke sana pertama kali perjuangannya luar biasa, hahaha

    tapi memang pas dulu ke sana, airnya lumayan banyak mbak mungkin krn masih di tengah2 musim penghujan, sekarang akhir April kan sudah jarang hujan

    eh, ke sana naik Mobil mbak?

    • ninna berkata:

      itu ramai karena sedang kerja bakti. yang kesana biasanya anak-anak muda yang suka sepedaan.

      iya kemarin kesananya pakai mobil🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s