My New Family : Say Hello to Seungyoon

Di rumah ada kucing baruuu.. Di kasih sama teman bapak, kucingnya berwarna putih. Dari sononya udah dinamain doraemon, tapi njuk diganti. Awalnya mau aku kasih nama Wage, biar kaya kucing putih di buku Katty Heels. Tapi pada nggak mau, terus aku kasih nama Seungyoon, soalnya si kucing unyu kaya Seungyoon leader-nya Winner. Tapi pada nggak setuju juga, terus pada manggilnya Casper. Kalo aku sih tetep tak panggil Seungyoon..

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Seungyoon beda dengan kucing lainnya. Kucing ber-ras kampungan ini memiliki warna mata yang berbeda. Banyak yang nanya, kok bisa? Menurut berbagai sumber, kucing biasanya memiliki mata berwarna kuning atau hijau. Mata berwarna biru biasanya dimiliki kucing yang masih kecil. Semakin dewasa, warna mata kucing akan berubah menjadi kuning atau hijau. Kucing dewasa yang memiliki mata berwarna biru pasti bulunya berwarna putih. Ini dikarenakan gen warna bulu putih terpaut dengan den warna mata biru. Tapi kucing ini bukan kucing albino. Kucing albino warna matanya pink atau merah.

Nah si Seungyoon atau Casper ini bulunya berwarna putih dan warna matanya biru-kuning, disebut juga odd-eye. Ada yang bilang kalo kucing bermata biru itu tuli. Tapi menurut sumber ini, ternyata tidak semua kucing putih bermata biru itu tuli. Karena jarang sekali ada kucing berwarna putih murni. Si Seungyoon emang nggak putih semua sih, ekornya berwarna agak kecokelatan. Dan bisa dipastikan kalo Seungyoon tidak tuli. Kalo ada suara kaleng makanan dibuka berarti dia mau dikasih makan.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Seungyoon ini nakaaalll banget. Mungkin karena dia masih kecil, jadi bawaannya main mulu. Kalo kita lewat di depannya, awas aja kaki kita bakal dicokot. Selain itu Seungyoon suka jahil sama kucingku yang lain. Suka jawil-jawil kalo kucingku lewat di depannya. Pas lagi makan bareng Seungyoon juga sukanya njawil, bikin rusuh. Untung kucing-kucingku udah dewasa gitu, jadi mereka diem aja digangguin. Mungkin mereka mikir, “ngapain bales anak kecil, tinggal pergi ajah”..

 

Iklan

Puncak Si Kunir Dieng

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Barusan kemarin aku naik Gunung Nglangeran, eh diajak juga sama bapakku ke Si Kunir di Dieng. Bukitnya nggak tinggi-tinggi amat, paling sepertiganya Nglangeran. Naiknya hanya membutuhkan waktu setengah jam. Tapi karena kami naik ke Si Kunirnya untuk melihat sunrise, kami naiknya pagi-pagi dan dingin beud. Dingin karena masih pagi dan di Dieng pula. Jalannya sudah enak, sudah ada tangganya walaupun nggak rapi dan nggronjal-nggronjal. Di tengah perjalanan ada kejadian, sandal jepit WEDGES (harus banget pakai capslock) yang dikenakan ibuku putus. Karena tidak ada yang bawa sandal, akhirnya ibuku pakai selop crocsku. Alhasil aku cekeran. Tapi tak lama kemudian bapak datang membawa sandal penyelamat :3 punya mas sepupuku. crocsku kembali deh.

Di puncak terdapat gazebo kecil untuk istirahat. Di atas cukup ramai waktu itu karena memang banyak yang sedang naik. Sunrise-nya lumayan, walaupun sedikit ketutupan awan. Di sana juga ada edelweis. Sebenarnya nyari bunga ini nggak sulit-sulit amat kok. Di Kali Adem aja banyak. Dari atas Si Kunir Dieng terlihat jelas. Di bawah juga terlihat telaga kecebong di samping tempat parkiran Bukit Si Kunir.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Sekitar satu jam diatas akhirnya kami turun. Tentu saja jalan turun lebih cepat daripada naik. Di bawah fasilitasnya sudah lengkap. Ada toilet, warung-warung, dan masjid yang nan jauh di desa. Oh ya, di Dieng tentu saja ada carica. Di lereng bukit Si Kunir banyak pohon carica bertebaran. Buahnya juga banyak, tinggal ambil. Tapi nggak ada yang udah matang. Kalau mau beli ya di desanya. Namun jika ingin yang sudah bentuk sirup carica jadi yang belinya di kota. Kami membeli buah carica aslinya saja, karena kami bisa membuat sirup carica sendiri dan harganya menjadi jauh lebih murah. Tapi,, ngupas carica ituh sesuatuh..

Hello Mushroom!

Yap, kembali lagi aku bertemu dengan jamur. Ceritanya pagi ini bapak sedang berolah raga ria (bo’ongan) di kebun belakang rumah. Eh, di salah satu batang pohon srikaya yang sudah mati, tumbuh jamur yang GUEDHEE banget. Lebarnya se-buku tulis ukuran big bo*s. Bentuk jamurnya kaya jamur tiram yang payungnya membuka ke atas. Warnanya coklat, empuk banget kalo dipegang.

jamur

Kalau dilihat lebih teliti, jamur ini ternyata mengeluarkan asap. Asap ini memang berasal dari jamur, bukan dari knalpot atau kayu bakar, juga bukan dari makhluk halus. Jadi jamur ini sedang sebar-sebar spora. Menurut artikel ini, kalau ukuran jamurnya besar, asap sporanya jadi terlihat jelas. Jika ukuran jamurnya kcil, asapnya tidak terlihat.

jamur

Jamur ini besar, tapi kayanya nggak bisa dimakan. Di sisi lain batang, ada juga jamur kuping yang tumbuh. Tapi hanya sedikit. Kalau mau dibuat sop, nggak cukup. Di batang ini memang banyak sekali jamur berbeda jenis yang tumbuh. Tapi karena nggak bisa dimasak, dibiarkan saja. Mungkin lain kali di bawah batang pohon ini akan tumbuh jamur truffle, hehe..

Pantai Pok Tunggal, Pantai Terpencil

tapi nggak terpencil juga sih, karena temenku pernah kesana ternyata..

once upon a time, saudaraku datang dari bogor mau liburan. dia pengen liburan ke pantai indrayanti, katanya banyak orang  yang bilang bagus. hmm, aku sih dulu pernah kesana, duluuuuu banget. waktu masih sepi. tapi sekarangkan indrayanti udah beda, ibuku bilang suasananya sudah kaya pasar beringharjo, ramai banget sampai melebihi kuta bali -____-. yah, pada awalnya aku sudah bilang jangan kesana, mending ke pantai siung atau sundak. but none listened me.

waktu sampai indrayanti, iuhh, pantai yang dulu bagus bersih dan nyaman sekarang jadi jelek becek dan jorok. orang-orang tumpah ruah di jalan, bawah pohon, bahkan toiletpun kudu antri panjang. bukit yang berada di samping pantai diubah menjadi “tanah lot”. bedanya candi yang di bukit diganti dengan gubuk. saudara-saudaraku yang lain nggak sudi turun, pindah pantai deh.

riuh pengunjung pantai indrayanti

riuh pengunjung pantai indrayanti

sebelum ke indrayanti, kita menemukan plang bertuliskan “ke pantai pok tunggal”. jaraknya nggak jauh-jauh amat dari indrayanti, jadi kita kesana aja. tiket masuknya seikhlasnya lhoo. tapi, oh ternyata, jalan menuju pantainya tidak diaspal! jalannya masih berupa jalan tanah setengah semen yang karena hujan  jadi becek -____- (mampus nih mobil sampai rumah ganti warna jadi coklat). memang membutuhkan sebuah perjuangan keras untuk mencapai pantai ini, tapi hasilnya lumayan lho.

Baca lebih lanjut

Happy Mother’s Day !

setiap tanggal 22 desember, masyarakat indonesia merayakan hari ibu dengan cara-cara sendiri. ada yang dengan memberi hadiah, mengajak jalan-jalan, atau sekedar mengucapkan. malahan ada yang dengan menggelar acara basuh kaki ibu. walaupun caranya berbeda dan sederhana, keistimewaannya tentu tidak berkurang. tergantung bagaimana si ibu menanggapinya.

aku termasuk yang merayakan hari ibu dengan sederhana. aku cuma menggambar di kertas hvs, gambar ibu, adek, dan yang lainnya. tidak mengeluarkan banyak materi atau tenaga, tapi aku menggambarnya dengan tulus hati. dan gambarnya pun hanya kupajang di kulkas. tapi aku upload juga sih di facebook.

DSCN4916 - Copy

selamat hari ibu XD

gambaranku ini memang nggak full warna. aku memang cuma mau mewarnai tulisannya saja. selebihnya aku biarkan hitam-putih, karena hitam-putih mewakili kesederhanaan cinta seorang ibu untuk anaknya ..

happy mother’s day ..!

Back to my old kindergarten

my kindergarten

mudik tahun ini, aku ke salatiga tempat eyang buyutku. dulu pas aku masuh kecil, aku tinggal disini. ceritanya, waktu aku playgroup ibuku pindah tugas ke semarang, trus aku ikut ke semarang selama setengah tahun. selama waktu itu aku nggak sekolah, padahal udah waktunya. jadi ibuku pindah deh, nggak ngekos di semarang lagi, tapi tinggal di salatiga. tiap pagi ibu ngelaju berangkat jam 5 dari salatiga ke semarang.

di salatiga aku akhirnya bisa sekolah. aku sekolah di tk namanya “siwi peni.” dulu aku tk nol kecil selama setengah tahun, trus pindah lagi ke jogja soalnya ibu pindah tugas lagi ke jogja selamanya.

Baca lebih lanjut